Kusimpan Engkau di Laci Hati
Aku menulis lagi, tapi kali, tak lagi kueja namamu dengan terbata.
Telah kubenahi semua. Kusimpan di laci hati. Kelak bisa jadi, entah sengaja atau tidak, laci itu kembali kubuka dan akan
ada yang tiba-tiba berkelebat di kepala. Semoga saat itu terjadi, aku sudah benar-benar sembuh dari luka, dan mengingatmu sudah bukan apa-apa. Biasa saja.
Comments
pengen banget nulis tapi ga tentang dia lagi~ uwooo~
bagus Ka!!