Suatu hari, kamu berhasil tidur sebelum tengah malam karena tidak ada lagi amarah, tidak ada lagi rasa bersalah. Hidup hampir tidak pernah benar-benar beres, dan tak semua yang kacau menunggu ditebus. Kamu sudah memaafkan dirimu sendiri. Entah untuk bagian mana. Semoga semuanya. Kamu tidak lagi takut kehilangan. Tidak takut tergantikan. Bisa jadi karena memang tidak ada lagi yang tersisa. Bisa jadi karena kamu akhirnya paham: tidak ada yang benar-benar kamu miliki. Kita miliki. Kamu tidak lagi takut terluka. Tidak lagi takut dilupakan. Kamu mungkin tetap ringkih, tetapi doamu lebih kuat, sabarmu lebih banyak. Kamu masih ingin menjadi bagian dari orang-orang, tetapi sudah mengerti bahwa pada akhirnya kita adalah apa-apa yang tinggal di kepala mereka. Tak ada yang bisa kamu lakukan selain membiarkanmu diingat sebagaimana pikiran mereka, perasaan mereka. Kamu tidak lagi merasa tertinggal. Tidak lagi merasa tersisih. Tidak lagi merasa sebagai kubangan sementara yang lain punya arusny...
Pada malam-malam yang biasa saja, aku mendoakanmu. Semoga ia baik. Cukup tenang, cukup hangat. Semoga ia tidak terlalu bising. Tidak membawa kabar buruk, tidak menyuruhmu mengingat sesuatu, tidak membuatmu terjaga lalu mulai menghitung kembali semua yang tak mampu kau benahi. Semoga kamu bisa tidur. Tidur yang cukup kalau beruntung. Tidur dua belas jam kalau nasib kelewat baik. Kalaupun terjaga, semoga ia mengusap kepalamu dan membuat waktu rasanya tak terlalu getir. Di sini, aku berterima kasih padamu karena kamu hidup. Masih mau hidup. Aku tidak punya nasihat apa-apa. Tapi di situasi seperti itu, di malam yang lengang sementara pikiranmu berkejaran, kalau kamu ingin meminta sesuatu, mintalah. Kalau tidak tahu harus meminta apa, diam saja. Aku kira gusti allah, atau siapa pun yang kamu percaya sedang mendengarkan, sudah terbiasa dengan manusia macam kamu, macam kita; gemar memilih jalan buntu, lalu hidup dengan akibatnya. Tidak apa-apa. Besok kita jalani lagi.
Jangan tertawa kelewat gaduh dan terlalu banyak mengaduh. Jangan perhitungan. Jangan menggunjingkan temanmu sendiri. Jangan mau dicium laki-laki yang perasaannya hanya tumbuh di kepalamu. Jangan pakai gajimu beli baju lebih banyak daripada buku, kamu tidak pintar-pintar amat tapi buku memberimu sandangan kepala yang layak. Jangan meremehkan orang lain, dan upaya-upayanya, dan dukanya. Jangan malas mandi. Jangan sepelekan nilai akademis, realitanya, bentuk meja kerja manusia kini bergantung pada angka-angka. Jangan meragukan diri sendiri hanya karena telah sering percaya dan kecewa ujungnya. Jangan lari dari apapun, kakimu yang dua itu, sanggup dipakai menanggung dan menjawab. Jangan bosan hidup.
Comments
sibukkan dirimu nak walaupun ga sbuk2 amat :P
itu yang hitam2 apa yah yang di template? semut? kasihan muter-muter aja
Oiyah, kalau mau yang menye-menye dengan tulisanku jangan pernah coba untuk buka http://www.masmblo.tumblr.com