Desa kecil di kepalamu yang beranjak pagi tiap dua dini hari.
Seumur Hidup
Suatu hari, kamu berhasil tidur sebelum tengah malam karena tidak ada lagi amarah, tidak ada lagi rasa bersalah. Hidup hampir tidak pernah benar-benar beres, dan tak semua yang kacau menunggu ditebus. Kamu sudah memaafkan dirimu sendiri. Entah untuk bagian mana. Semoga semuanya. Kamu tidak lagi takut kehilangan. Tidak takut tergantikan. Bisa jadi karena memang tidak ada lagi yang tersisa. Bisa jadi karena kamu akhirnya paham: tidak ada yang benar-benar kamu miliki. Kita miliki. Kamu tidak lagi takut terluka. Tidak lagi takut dilupakan. Kamu mungkin tetap ringkih, tetapi doamu lebih kuat, sabarmu lebih banyak. Kamu masih ingin menjadi bagian dari orang-orang, tetapi sudah mengerti bahwa pada akhirnya kita adalah apa-apa yang tinggal di kepala mereka. Tak ada yang bisa kamu lakukan selain membiarkanmu diingat sebagaimana pikiran mereka, perasaan mereka. Kamu tidak lagi merasa tertinggal. Tidak lagi merasa tersisih. Tidak lagi merasa sebagai kubangan sementara yang lain punya arusny...
Comments