Pada malam-malam yang biasa saja, aku mendoakanmu. Semoga ia baik. Cukup tenang, cukup hangat. Semoga ia tidak terlalu bising. Tidak membawa kabar buruk, tidak menyuruhmu mengingat sesuatu, tidak membuatmu terjaga lalu mulai menghitung kembali semua yang tak mampu kau benahi. Semoga kamu bisa tidur. Tidur yang cukup kalau beruntung. Tidur dua belas jam kalau nasib kelewat baik. Kalaupun terjaga, semoga ia mengusap kepalamu dan membuat waktu rasanya tak terlalu getir. Di sini, aku berterima kasih padamu karena kamu hidup. Masih mau hidup. Aku tidak punya nasihat apa-apa. Tapi di situasi seperti itu, di malam yang lengang sementara pikiranmu berkejaran, kalau kamu ingin meminta sesuatu, mintalah. Kalau tidak tahu harus meminta apa, diam saja. Aku kira gusti allah, atau siapa pun yang kamu percaya sedang mendengarkan, sudah terbiasa dengan manusia macam kamu, macam kita; gemar memilih jalan buntu, lalu hidup dengan akibatnya. Tidak apa-apa. Besok kita jalani lagi.
Comments